ini hari Selasa. hari Selasa yang biasa. tidak ada yang spesial. kegiatan saya pun biasa: bangun, nonton tv, sarapan, mandi, melototin laptop berjam-jam sambil sesekali ngobrol sama ibu saya. tiba-tiba hari itu berubah jadi ga biasa ketika ibu saya nonton berita. beritanya sih biasa: harga sembako naik (udah biasa kan, pemerintah?)
“ya ampun de, masa harga cabe aja enam puluh lima ribu sekilo!”
“hah, masa sih ma?”
“iya, itu di berita. cabe keriting malah delapan puluh ribu sekilo!”
“hah mahal banget ma, masa ntar mahalan cabenya daripada gorengannya?”
dasar emang tukang makan, pikirannya langsung makanan.
“eh iya loh de. kemaren mama kan beli gorengan yg lewat sore-sore itu, mama minta ceplik-nya, ‘ceplik-nya mana, mang?’ terus mamangnya bilang gini,
‘wah bu, saya ga punya ceplik. ga sanggup belinya, bu. mahal.’
kasian ya de…”
l
bapak dan ibu pejabat, coba sekali-sekali dengerin itu rakyatnya yang lagi kesusahan, jangan pas pemilu doang baru didengerin.
*ceplik = cabe rawit