semua orang pasti punya mimpi. dengan mimpi itulah orang bertahan hidup. namun apa yang akan terjadi jika mimpinya nyaris musnah? akankah hidupnya pun ikut lenyap?
so here i am. merasa kekuatan berpura-puranya tidak sanggup lagi menahan semuanya. merasa kekuatan mimpinya tidak lagi sanggup menahan ledakan kesedihannya. merasakan kembali kakinya terjejak di atas tanah dan berada di dalam Dunia Realita, bukan Dunia Mimpi-nya
tahunan lebih hidup saya memelihara mimpi-mimpi itu. dengan mimpi itulah saya mencoba bertahan hidup. linangan air mata dan peluh keringat tak menyurutkan saya untuk bertahan. namun ketika gagal untuk kesekian kalinya, saya memilih untuk mundur. menyerah dengan kegagalan.
saya selalu percaya (selain kekuatan Tuhan) mimpi-mimpi itulah penyemangat saya hidup. mimpi itulah yang membuat saya bertahan atas apapun. apapun. mimpi itu pula yang mampu menciptakan topeng luar biasa sempurna : seseorang yang selalu terlihat menyenangkan dan gembira, tanpa tahu sesungguhnya betapa rapuh jiwa di balik topeng tersebut. mimpi itulah yang mampu membuat saya memainkan babak demi babak dalam sandiwara kehidupan.
saya benci situasi ini. situasi dimana saya harus menyerah pada keadaan. situasi dimana mimpi-mimpi itu tak lagi mempunyai daya magisnya. situasi ini membuat lubang besar di dada saya. namun sesak rasanya.
pada akhirnya harus selalu saya yang mengalah. memilih untuk melihat balok-balok mimpi itu nyaris runtuh di depan mata saya sendiri.